Wisata

Malaysia Curiga Jet Tempur China Mondar Mandir di ZEE

Liputan98, KUALALUMPUR – Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan akan memanggil utusan China untuk menjelaskan “penyusupan” oleh 16 pesawat Angkatan Udara China ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), setelah militer Malaysia mendeteksi aktivitas “mencurigakan” di atas Laut China Selatan.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan pihaknya mengerahkan sejumlah pesawat jet pada hari Senin untuk melakukan konfirmasi visual setelah 16 pesawat jet China yang terbang dalam jarak 60 mil laut dari negara bagian Sarawak di Borneo Malaysia.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menggambarkan insiden itu sebagai “ancaman serius terhadap kedaulatan nasional dan keselamatan penerbangan.” Pesawat-pesawat China tidak menghubungi kontrol lalu lintas udara regional meskipun telah diinstruksikan beberapa kali, kata angkatan udara.

Menteri Luar Negeri, Hishammuddin Hussein, mengatakan Malaysia akan mengeluarkan nota protes diplomatik dan meminta duta besar China untuk Malaysia untuk menjelaskan “pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Malaysia.”

“Sikap Malaysia jelas, memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti bahwa kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami,” kata Hishammuddin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari CNN, Rabu 2 Juni 2021.

Kedutaan China sebelumnya mengatakan pesawat-pesawat itu tengah melakukan pelatihan penerbangan rutin, dan menaati secara ketat hukum internasional tanpa melanggar wilayah udara negara lain.

“China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan China bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Malaysia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata seorang juru bicara.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan pesawat-pesawat itu, yang terdiri dari transporter strategis Ilyushin il-76 dan Xian Y-20, telah melakukan perjalanan dalam formasi taktis “in-trail” di antara 23.000 dan 27.000 kaki.

China telah meningkatkan aktivitas militernya di kawasan Laut China Selatan, yang diklaim seluruhnya. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim atas pulau dan wilayah di daerah tersebut.

Filipina telah lama melayangkan protes diplomatik atas kehadiran ratusan kapal penangkap ikan China di ZEE-nya, yang dikatakan diawaki oleh milisi. China sebagian besar mengabaikan keluhan tersebut.(Viv)

admin

Recent Posts

Ahli: Makan Pizza Dapat Ringankan Gejala Rematik

NKRINOW- Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hingga kini rasa kaku pada…

3 years ago

Menag Yaqut Minta Pelaku Terorisme Ditindak Sesuai Hukum

NKRINOW- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan agar pelaku praktik terorisme ditindak sesuai…

3 years ago

Bareskrim Tarik 22 Laporan Terkait Rocky Gerung

NKRINOW- Penyidik Bareskrim Polri menyatakan telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan hoaks dan fitnah…

3 years ago

Bahas Kualitas Udara Jabodetabek, Presiden Instruksikan Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

NKRINOW- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara…

3 years ago

Bawaslu: Voucher Belanja atau Uang Digital Jadi Modus Politik Uang di Pemilu 2023

NKRINOW- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membeberkan, modus politik uang pada Pemilu dan Pilkada yaitu…

3 years ago

Kemlu Pulangkan 17 WNI Korban TPPO di Myanmar

NKRINOW- Kementerian Luar Negeri RI memulangkan 17 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak…

3 years ago