Ilustrasi pantauan radar saat terjadi Gempa Bumi.(ist)
Liputan98, JAKARTA – Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa informasi kemungkinan terjadi gempabumi maksimal Magnitudo 8,7 dan tsunami 29 meter adalah potensi terburuk yang bisa terjadi di pesisir selatan Jawa Timur.
Bukan prediksi. Sampai sekarang, belum ada teknologi yang bisa memprediksi secara akurat, kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.
Hal itu dibeberkan BMKG dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (5/6/2021), merespons kekhawatiran masyarakat terkait kabar yang beredar bakal ada gempabumi dan tsunami besar di sepanjang pesisir selatan Jatim. Dijelaskan, berita itu bermula dari diskusi bertajuk ‘Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur’ beberapa waktu lalu.
Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli dalam diskusi itu, dijelaskan bahwa zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. “Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu,” demikian penjelasan BMKG.
Indonesia, lanjut keterangan BMKG itu, sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempabumi memiliki potensi gempabumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan. “Fan sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempabumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.”
Berdasarkan itu, semua pihak harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan membangun bangunan aman gempa dan tsunami. Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan pihak swasta juga diharapkan menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai.
“BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan peringatan dini dari BMKG, pemerintah daerah dengan pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi.”
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi call center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG.”
Sebelumnya, pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Amien Widodo mengatakan bahwa pemodelan matematis potensi gempabumi dan tsunami yang dilakukan oleh BMKG sudah tepat, sebagai langkah mitigasi dan juga edukasi soal kebencanaan kepada masyarakat. Dengan begitu risiko jika bencana betul-betul terjadi bisa dimininalisasi.
Page: 1 2
NKRINOW- Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hingga kini rasa kaku pada…
NKRINOW- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan agar pelaku praktik terorisme ditindak sesuai…
NKRINOW- Penyidik Bareskrim Polri menyatakan telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan hoaks dan fitnah…
NKRINOW- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara…
NKRINOW- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membeberkan, modus politik uang pada Pemilu dan Pilkada yaitu…
NKRINOW- Kementerian Luar Negeri RI memulangkan 17 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak…