Kerusakan Jembatan Kuning Palu setelah gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, 1 Oktober 2018. (REUTERS / Athit Perawongmetha)
Liputan98, JAKARTA – Lembaga pemantau radar cuaca dan pengamat aktifitas Gempa Bumi, menyatakan potensi gempa yang disertai tsunami bakal terjadi di Provinsi Jawa Timur.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memprediksi mengenai tren gempa bumi yang terjadi di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur.
Bahkan, BMKG memberikan peringatan bahwa gempa yang sangat mungkin terjadi di wilayah itu dapat mencapai magnitudo 8,7 SR.
“Jadi, sejak awal tahun kami melakukan, sebelum ada kejadian gempa di Jawa Timur yang sudah dua kali ini, tepatnya akhir tahun kami melakukan evaluasi di wilayah Indonesia ini mengalami peningkatan kejadian gempa di beberapa daerah,” kata Dwikorita dalam webinar kajian dan mitigasi gempabumi dan tsunami di Jawa Timur pekan lalu.
Ia menyebut bahwa ada tren kenaikan kejadian gempa di tanah air dengan berbagai magnitudo. Sejak tahun 2008, rata-rata kejadian 4.000-5.000. Namun, memasuki 2017, jumlah kejadian menjadi lebih dari 7.000 kali.
Bahkan pada 2018, dia menjelaskan, terjadi peningkatan mencapai 11.900 kali dan masih bertahan di atas 11.000 di tahun 2019. Sedangkan pada 2020 masih di atas rata-rata 8.258.
Peningkatan ini, lanjutnya, paling besar terjadi di beberapa kluster kegempaan di lepas pantai selatan Jawa Timur, selatan Selat Sunda, selatan Jawa Barat, kemudian juga selatan Jawa Tengah serta sebelah barat kepulauan Mentawai yang dapat berdampak ke Sumatera Barat.
Dari beberapa kluster itu, ia mengungkapkan bahwa ada zona kosong atau seismic gap yang belum melepaskan kekuatannya, sehingga memunculkan kemungkinan gempa bumi besar yang akan diiringi oleh gelombang tsunami.
“Inilah yang kami skenario, skenario kita ambil kemungkinan besaran tertinggi ini juga berdasarkan kajian dari Pusat Studi Nasional kemungkinan M 8,7, dan gempa yang menjadi dasar skenario untuk memprediksi kemungkinan terjadinya tsunami, berapa tinggi gelombang, kapan waktu datangnya, dan jarak masuknya berapa. Sehingga kami melakukan pemetaan bahaya tsunami juga,” terangnya.
Menurut Dwikorita, BMKG juga melakukan pemetaan terhadap kabupaten di Jawa Timur yang berpotensi mengalami tsunami. Berikut adalah rinciannya:
Pantai Teluk Sumbreng Trenggalek: 22 Meter (maksimal)
Pantai Popoh Tulung Agung: 30 Meter (maksimal)
Page: 1 2
NKRINOW- Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hingga kini rasa kaku pada…
NKRINOW- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan agar pelaku praktik terorisme ditindak sesuai…
NKRINOW- Penyidik Bareskrim Polri menyatakan telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan hoaks dan fitnah…
NKRINOW- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara…
NKRINOW- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membeberkan, modus politik uang pada Pemilu dan Pilkada yaitu…
NKRINOW- Kementerian Luar Negeri RI memulangkan 17 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak…