NKRINOW- Pemerintah diminta meningkatkan koordinasi menjamin keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi publik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal itu dilakukan agar libur Nataru jauh dari kejadian buruk.
“Antisipasi dan efisiensi seperti sarana dan prasarana, penentuan tarif, hingga uji kelayakan harus direncanakan dan dipertimbangkan dengan matang,” ujar Ketua Komisi V DPR Lasarus di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Untuk mengantisipasi kecelakaan kendaraan selama Nataru, Lasarus meminta setiap pihak yang terlibat harus melakukan evaluasi. Antara lain, menggalakkan uji kelayakan kapal penumpang, uji kelayakan udara, serta uji kelayakan kendaraan di darat sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing.
“Yang tidak kalah penting, peningkatan kapasitas informasi cuaca yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat,” ujar Politikus PDIP ini. Tak lupa, dia berharap Pemerintah bisa menyelenggarakan arus mudik dan balik selama libur Nataru menjadi lebih baik lagi.
Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menambahkan, sistem transportasi publik mesti ramah terhadap
masyarakat yang sudah Lanjut Usia (Lansia) selama libur Nataru. Contohnya, di beberapa bandara, terdapat persoalan akses terkait pintu keluar bandara yang terhitung masih berjarak jauh. Sehingga, terkesan tidak ramah terhadap lansia.
“Kalau melihat bandara bandara yang ada sekarang, sepertinya pergerakannya tidak dihitung sampai bagaimana lebih mempersingkat pergerakan tersebut,” ujar Herman di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Untuk itu, Herman mendorong kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin menggunakan pesawat terbang.
Bagi yang sudah tidak memungkinkan untuk berjalan jauh selama di bandara, harus diperhatikan. “Pintu exit setelah mereka keluar dari bandara ini harus lebih dipermudah, sehingga penumpukan tidak terjadi,” ujar Politikus Partai Demokrat ini.
Selain itu, Herman mengingatkan perlunya persiapan yang matang jelang libur Nataru. Sebab, penumpukan
pengguna jasa transportasi publik mungkin saja terjadi. Mengingat, saat ini sudah memasuki liburan akhir semester bagi anak sekolah, serta banyaknya masyarakat yang menjalankan ibadah umrah.
Dia meminta PT Angkasa Pura II menyediakan area khusus dan gate khusus untuk yang jemaah umrah dan permintaan ini sudah direspons dengan baik. Sehingga tidak bercampur baur akhirnya terkesan semakin crowd suasananya. “Ini mungkin tinggal di PT Angkasa Pura I, saya kira menjadi masukan,” pungkasnya.
NKRINOW- Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Hingga kini rasa kaku pada…
NKRINOW- Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan agar pelaku praktik terorisme ditindak sesuai…
NKRINOW- Penyidik Bareskrim Polri menyatakan telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan hoaks dan fitnah…
NKRINOW- Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah jajarannya untuk membahas kualitas udara…
NKRINOW- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membeberkan, modus politik uang pada Pemilu dan Pilkada yaitu…
NKRINOW- Kementerian Luar Negeri RI memulangkan 17 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak…