NKRI NOW
Menkopolhukam Mahfud MD.(Ist)
Hukum Politik

Meski Pro 51 Pegawai KPK, Mahfud MD Mengaku Tak Bisa Berbuat Banyak

NKRINOW.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku tak bisa berbuat banyak dalam hal skandal yang terjadi di KPK belakangan ini.

Dia menyatakan, dukungan penuh terhadap penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, tes wawasan kebangsaan (TWK), menurutnya, justru mengakibatkan beberapa pegawai handal lembaga antirasuah itu tersingkir.

“Saya sejak dulu pro KPK, sejak dulu. Saya Ketua MK dulu. 12 kali itu (KPK) mau dirobohkan. Saya menangkan KPK terus,” kata Mahfud, dikutip dari bisnis.com, Senin (7/6/21).

Keputusan pemecatan 51 pegawai KPK yang dinilai berintegritas, diakui Mahfud, tak terletak hanya di pemerintah saja, tapi juga melibatkan DPR, partai politik, hingga civil society yang saat ini dia nilai tengah terpecah.

Mahfud pun mengakui kedekatannya dengan Novel Baswedan, untuk menegaskan sikapnya yang pro KPK sampai saat ini. Mahfud cerita, saat menjabat Ketua MK, dirinya pernah memenuhi panggilan Novel untuk diperiksa terkait salah satu kasus korupsi.

“Saya datang periksa. Saya datang tak lebih dari 15 menit. Berdiri, Novel Baswedan ini (bilang), ‘Pak, kalau semua pemimpin bangsa seperti bapak, beres negara ini’. Dia bilang begitu. Saya bilang, kalau saya presiden anda Jaksa Agung,” kata Mahfud.

Meski begitu, dia melihat banyak orang yang menganggap Novel Baswedan terlalu politis. Menurut Mahfud, banyak pihak melihat Novel kerap membiarkan orang partai tertentu yang sudah jelas kesalahannya. Mahfud pun mengingatkan agar KPK tetap menghormati proses hukum.

Namun, Mahfud menegaskan dirinya tetap pro pada KPK. Dia mengatakan tujuannya datang ke UGM pun salah satunya adalah untuk mencari masukan dari akademisi terkait langkah terbaik bagi KPK ke depan.

“Kalau kita mau demokrasi ya seperti itu. Demokrasi yang sekarang itu elitnya oligarkis, bawahnya liar, elitnya oligarkis rakyatnya liar. Gak ada yang al madinah al fadilah, negara yang sempurna,” ujarnya.(Bis)

 

Related posts

Netanyahu Lengser, Ini Jejak PM Israel Naftali Bennet

admin

Ketua DPP PDIP Puan Maharani Syukuri Jika Ada yang Ingin Dirinya Jadi Presiden

Mediaku

Pernyataan Lengkap Ganjar Pranowo Usai Diberi Sanksi oleh PDIP

Mediaku

Aparat Ajak KKB Turun Gunung Untuk Bangun Papua Bersama

admin

Sakit Hati, Karyawan Besi Tua Nekat Habisi Bosnya

admin

Airlangga Umumkan Kader Baru Golkar: Dari Pensiunan Jenderal hingga Eks BIN

Mediaku