NKRI NOW
Mentri Investasi dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.(Ist)
Ekonomi Nasional

Menteri Bahlil Angkat Bicara Soal Manipulasi Data EoDB Bank Dunia

NKRINOW.COM, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ikut memberikan komentar soal skandal manipulasi data atas laporan Ease of Doing Business (EoDB) atau Kemudahan Berbisnis yang dikeluarkan Bank Dunia pada 2018 dan 2020.

“Jadi harus kalian tahu juga bahwa negara yang kita agung-agungkan atau institusi yang kita agung-agungkan bersih itu ternyata ya gitu deh, jadi nggak semuanya juga yang kita pikir bagus itu bagus, ini ada lompat indahnya juga,” kata Bahlil, dikutip dari viva.co.id, Sabtu (18/9/2021).

Bahlil menyebut dirinya pun sempat mendapatkan laporan dari Bank Dunia saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke AS pada Juli lalu. Sebelumnya pun ia pernah mengatakan kunjungannya ke AS memang untuk mengurus masalah EoDB.

Terkait skandal penyimpangan data EoDB, mantan Ketua Umum Hipmi itu mengatakan ada cara lain yang dilakukan Bank Dunia dalam memberikan penilaian kemudahan berusaha. Penilaian itu bukan melakukan survei melainkan dengan metode lain. Namun, ia mengaku masih menunggu petunjuk teknisnya.

Lebih lanjut, Bahlil meyakini saat ini dunia melihat Indonesia tidak seperti dulu lagi. Terlebih dengan adanya UU Cipta Kerja yang diklaim akan dapat mendorong kemudahan berinvestasi.

“Saya punya keyakinan bahwa hari ini dunia melihat Indonesia tidak seperti dulu. Hari ini dunia melihat dengan pemberlakuan UU Cipta Kerja Indonesia semakin kompetitif dalam konteks bagaimana mengurus izin atau insentif ataupun men-set pola pikir birokrasi pejabat-pejabat Indonesia. Sudah bagus ini. Memang belum, 100 persen bagus. Kita harus berjuang ke sana,” katanya.

Related posts

Menko Airlangga: PSN Menjadi Economic Driver Indonesia

Mediaku

Acara Puncak Alumni Akabri ’96 di Polda Kepri Berlangsung Hikmat

admin

Puan Maharani Temui Jokowi di Istana, Bahas Pemilu 2024

Mediaku

ICW Hingga Saat Ini Belum Terima Surat Resmi Somasi KSP Moeldoko

admin

ICW Laporkan 55 Anggota DPR Tak Patuh Lapor Harta

Mediaku

Restorasi Mangrove Harus Sejalan dengan Program PEN

admin