NKRI NOW
Berita

BNPB Laporkan 278 Rumah di Bogor Terdampak Tanah Bergerak

Nkrinow- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 278 rumah di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terdampak fenomena pergerakan tanah. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sembilan unit rumah dinyatakan rusak berat dan 73 unit rumah rusak sedang.

Selain itu, satu fasilitas pendidikan dan tempat ibadah juga turut terdampak. Hal itu menyebabkan 41 warga terpaksa harus mengungsi. Mereka hingga kini masih bertahan di pengungsian lantaran situasi belum kondusif. “Masih bertahan di pengungsian mengingat situasi saat ini masih belum kondusif dan masih terjadi pergerakan tanah di wilayah tersebut,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9).

“Masih bertahan di pengungsian mengingat situasi saat ini masih belum kondusif dan masih terjadi pergerakan tanah di wilayah tersebut,” kata Abdul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/9). Abdul mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bersama dengan dinas terkait telah memberikan pelayanan dasar kepada para pengungsi.

Ia menambahkan, listrik di wilayah terdampak telah dipadamkan guna menghindari adanya hubungan arus pendek maupun hal lain yang tidak diinginkan. Jalan darurat juga sedang dibangun oleh swadaya masyarakat. Lebih lanjut, Abdul mengingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor. Hal itu mengacu pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Rabu (21/9).

Berdasarkan analisis gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, kata dia, Kecamatan Babakan Madang termasuk wilayah dengan potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi. “BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana susulan,” ujar Abdul. Adapun masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah terancam gerakan tanah bisa melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman hingga situasi kondusif.

Related posts

Bahas Kualitas Udara Jabodetabek, Presiden Instruksikan Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang

Mediaku

Panji Gumilang Gugat Mahfud MD ke PN Jakpus

Mediaku

Airlangga Umumkan Kader Baru Golkar: Dari Pensiunan Jenderal hingga Eks BIN

Mediaku

Kapolri Tegas Minta Hilangkan Setoran dari Bawahan ke Atasan di Polri

Mediaku

Mentan Syahrul Yasin Limpo Usai Diperiksa KPK: Saya Akan Kooperatif

Mediaku

ASEAN Sepakat Latihan Militer Bersama di Laut Natuna Utara Indonesia

Mediaku